TpO6TfClGSdiGfC8Tpz0TSd7GA==

Operasi Keselamatan Toba 2026 Digelar, Polres Binjai Peringatkan: Pelanggar Lalu Lintas Tak Ada Toleransi

BahriNetwork.com | BINJAI – Polres Binjai bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026, Senin pagi (2/2/2026), di Lapangan Apel Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No.1, Kota Binjai. Operasi ini menjadi alarm keras bagi pengguna jalan yang masih abai terhadap aturan dan keselamatan berlalu lintas.

Apel dipimpin oleh Waka Polres Binjai Kompol Sofyan H., NST., S.H., M.H., mewakili Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., sekaligus membacakan amanat tegas Kapolda Sumatera Utara.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menekankan bahwa keselamatan lalu lintas bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mutlak masyarakat yang selama ini masih kerap diabaikan. Fakta di lapangan menunjukkan rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi pemicu utama kecelakaan, terlebih menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026.

“Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, pelanggaran lalu lintas akan terus memakan korban jiwa, merugikan harta benda, dan menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang besar,” tegas Kapolda Sumut dalam amanatnya.

Kapolda Sumut juga menautkan persoalan keselamatan jalan dengan komitmen global melalui program Decade of Action for Road Safety 2021–2030 yang dicanangkan PBB, dengan target ambisius penurunan fatalitas kecelakaan hingga 50 persen. Untuk itu, seluruh penyelenggara lalu lintas dituntut bekerja nyata melalui lima pilar keselamatan jalan, mulai dari manajemen, infrastruktur, kendaraan, perilaku pengguna jalan, hingga penanganan korban pascakecelakaan.

Meski demikian, data Ditlantas Polda Sumut mencatat adanya perbaikan. Sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan tajam dibandingkan 2024. Pelanggaran tilang turun drastis dari 140.145 kasus menjadi 75.454 kasus, atau berkurang 46,2 persen. Total pelanggaran lalu lintas secara keseluruhan juga menurun sebesar 23,4 persen.

Penurunan pelanggaran tersebut berbanding lurus dengan berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas sebesar 4,6 persen, serta penurunan korban meninggal dunia hingga 10,4 persen. Namun demikian, Kapolda Sumut mengingatkan agar capaian ini tidak membuat aparat maupun masyarakat lengah.

Operasi Keselamatan Toba 2026 akan digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran utama pengguna jalan, angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu kamseltibcarlantas.

Sebanyak 2.023 personel dikerahkan, terdiri dari 100 personel Polda Sumut dan 1.923 personel Polres/Polresta/Polrestabes jajaran. Kapolda Sumut secara tegas menginstruksikan agar operasi ini tidak sebatas seremonial, melainkan menyentuh langsung akar persoalan di lapangan.

Penekanan khusus juga diberikan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis namun tegas, mengutamakan edukasi dan penyuluhan, serta menjunjung tinggi prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam). Namun di sisi lain, Kapolda Sumut tidak mentolerir pelanggaran kode etik oleh anggota, termasuk pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan arogan.

“Integritas aparat adalah kunci. Jangan nodai operasi ini dengan perilaku menyimpang,” tegasnya.

Apel gelar pasukan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Binjai, antara lain Wali Kota Binjai yang diwakili Asisten III Drs. Eka Edi Sahputra, M.M., perwakilan Dandim 0203/Langkat, Kejaksaan Negeri Binjai, DPRD Kota Binjai, Kesbangpol, Denpom, serta para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran Polres Binjai.

Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Toba 2026, Polres Binjai menegaskan komitmennya untuk menekan pelanggaran, menurunkan angka kecelakaan, dan memaksa budaya tertib berlalu lintas menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar takut razia.

Reporter: Mhd. Dzaki Zuris
Editor: Zulkarnain Idrus



Komentar0

Type above and press Enter to search.