BAHRI NETWORK.COM -
Tangerang – Jumat, 2 Januari 2026
Diduga terjadi tindak kekerasan berupa pengeroyokan terhadap enam Pemuda di kawasan hiburan malam Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi di area parkir salah satu tempat hiburan malam bernama HELEN’S, pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.
Berdasarkan keterangan para korban, insiden bermula ketika mereka selesai beraktivitas di dalam tempat hiburan malam dan hendak meninggalkan lokasi.
Namun setibanya di area parkir, kelompok Pemuda tersebut tiba-tiba didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Salah satu korban, Saiful Rohman, mengungkapkan bahwa awal kejadian dipicu oleh teguran bernada kasar dari para pelaku.
“Awalnya kami ditegur dengan nada kasar. Salah satu dari mereka mengatakan ‘woy, apa teriak-teriak’, lalu tanpa sebab yang jelas langsung menampar teman kami, Rokib,” ujar Saiful kepada wartawan.
Korban pengeroyokan diketahui berjumlah enam orang, yakni:
1. Raditya Dewa Denzella (mengalami luka serius),
2. Rokib,
3. M. Yusril Firmansyah,
4. Saiful Rohman,
5. Daffa,
6. Rizki.
Menurut pengakuan Rokib, aksi kekerasan berlangsung singkat namun brutal. Para pelaku diduga melakukan pemukulan secara bersama-sama, bahkan menggunakan benda keras berupa beton pembatas parkir.
“Saya ditampar tanpa alasan yang jelas. Setelah itu kami dipukul secara ramai-ramai. Kami tidak mengenal para pelaku dan tidak memiliki masalah sebelumnya,” ungkap Rokib.
Tidak hanya terjadi di area parkir, aksi kekerasan tersebut berlanjut. Tiga korban lainnya, yakni Rizki, Raditya Dewa Denzella, dan Daffa, mengaku sempat dikejar oleh para pelaku hingga ke kawasan Jalan Cikokol. Di lokasi tersebut, para korban kembali mengalami pemukulan.
Akibat kejadian tersebut, seluruh korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Mereka kemudian dilarikan ke RS Sari Asih Karawaci untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, pihak keluarga Raditya Dewa Denzella, yang mengalami luka serius, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang Selatan.
Laporan polisi tersebut tercatat dengan Nomor: TBL/B/06/1/2026.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.
Selain itu, para korban juga menyesalkan tidak adanya tindakan dari pihak keamanan atau petugas (security) tempat hiburan malam HELEN’S saat insiden pengeroyokan berlangsung.
Saiful Rohman mengungkapkan bahwa saat aksi kekerasan terjadi di area parkir, tidak terlihat adanya upaya dari petugas keamanan untuk memisahkan ataupun menghentikan pengeroyokan tersebut.
“Kejadiannya persis di area parkir tempat hiburan malam.
Tapi tidak ada satu pun security yang datang untuk melerai atau membantu kami. Padahal pengeroyokan terjadi cukup lama,” ungkap Saiful.
Hal senada disampaikan oleh Rokib, yang mengaku sangat kecewa karena peristiwa tersebut terjadi di area yang seharusnya berada dalam pengawasan pihak pengelola tempat hiburan malam.
“Kami dikeroyok ramai-ramai di area parkir, tapi tidak ada tindakan dari pihak keamanan HELEN’S. Tidak ada yang melerai, tidak ada yang mengamankan situasi. Kami benar-benar dibiarkan,” ujar Rokib.
Para korban menilai, kelalaian pihak keamanan tersebut memperparah situasi hingga menyebabkan beberapa korban mengalami luka serius serta pengejaran berlanjut hingga ke luar area hiburan malam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen maupun keamanan HELEN’S terkait insiden pengeroyokan yang terjadi di area parkir tersebut.
Komentar0