TpO6TfClGSdiGfC8Tpz0TSd7GA==

MoA SPs USU-Pemkab Dairi Diteken: Jangan Berhenti di Meja Seremoni, SDM dan Pelayanan Publik Harus Jadi Taruhan!

BAHRINETWORK.COM | MEDAN — Kerja sama antara Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Sumatera Utara (USU) dan Pemerintah Kabupaten Dairi memasuki babak baru. Kedua institusi resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dibangun.

Penandatanganan pada Kamis (6/8/2026) itu bukan sekadar agenda seremonial. Di balik dokumen kerja sama tersebut tersimpan tantangan besar: sejauh mana kolaborasi kampus dan pemerintah daerah benar-benar mampu mengubah kualitas SDM, pelayanan publik, kesehatan, serta pembangunan Kabupaten Dairi?

Sebab, masyarakat tidak membutuhkan MoA yang hanya berhenti sebagai dokumen yang tersimpan rapi di lemari birokrasi. Masyarakat membutuhkan hasil yang dapat dirasakan.

Rombongan Pemkab Dairi dipimpin Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Ny. Rita Puspita Vickner Sinaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Junihardi, perwakilan BAPPEDA, Direktur RSUD Sidikalang, serta sejumlah pejabat lainnya.

Bupati: Pembangunan Bukan Sekadar Beton dan Aspal

Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Menurutnya, kualitas manusia merupakan fondasi utama untuk membawa Dairi bergerak lebih maju.

Pengalaman panjangnya di dunia akademik menjadi salah satu alasan dirinya terus mendorong pemerintah daerah membangun hubungan erat dengan perguruan tinggi.

"Selama 14 bulan terakhir ini, saya telah memberikan kuliah umum di 14 perguruan tinggi. Saya percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia," ujar Vickner.

Pesan tersebut seharusnya menjadi alarm bagi seluruh jajaran Pemkab Dairi.

Sebab, peningkatan kualitas aparatur tidak cukup hanya dengan pelatihan sesaat. Dibutuhkan pendidikan berkelanjutan, kemampuan membaca persoalan, keberanian melakukan inovasi, serta kemampuan menerjemahkan ilmu menjadi kebijakan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, pada 22 Juni 2026, SPs USU memang telah melakukan audiensi ke Pemkab Dairi untuk menyosialisasikan program pascasarjana sekaligus membuka peluang kerja sama peningkatan kualitas SDM aparatur.

Efisiensi Anggaran Jangan Jadi Alasan Mengendurkan Peningkatan SDM

Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemkab Dairi tetap dituntut menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik.

Penguatan kapasitas aparatur, profesionalisme, etos kerja, serta kualitas pelayanan publik justru harus menjadi investasi jangka panjang.

Jika ASN memiliki kemampuan akademik dan profesional yang kuat, maka kebijakan yang dilahirkan pemerintah daerah diharapkan semakin berbasis data, riset dan kebutuhan masyarakat.

Di sinilah kerja sama dengan USU harus diuji.

Bukan berapa banyak MoU atau MoA yang ditandatangani, tetapi berapa banyak persoalan masyarakat yang mampu diselesaikan melalui kerja sama tersebut.

Mahasiswa Kedokteran Bisa Didorong Masuk Dairi

Salah satu peluang konkret yang terbuka melalui kerja sama ini adalah program magang mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran.

Skema tersebut berpotensi memberikan keuntungan dua arah.

Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan, sementara Kabupaten Dairi mendapatkan tambahan dukungan akademik dan sumber daya untuk memperkuat sektor kesehatan.

Program seperti ini tentu jauh lebih bernilai jika dirancang secara terukur dan berkelanjutan, bukan hanya berlangsung ketika ada agenda tertentu.

Sektor kesehatan sendiri merupakan salah satu kebutuhan strategis masyarakat daerah.

Karena itu, kolaborasi USU-Pemkab Dairi diharapkan mampu menjawab persoalan kebutuhan tenaga kesehatan, peningkatan kompetensi, riset kesehatan daerah, hingga penguatan pelayanan di fasilitas kesehatan.

USU: Kolaborasi Harus Memberi Manfaat Nyata

Mewakili Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., mengapresiasi terealisasinya kerja sama tersebut.

Ia menyebut kepemimpinan periode kedua Rektor USU membawa tema "The Era of Ultimate Excellence", sebagai bentuk komitmen universitas untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

"Sebagai salah satu universitas tertua di Sumatera Utara, USU memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting.

Sebab, kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading yang menghasilkan teori, sementara pemerintah daerah bergulat dengan persoalan nyata di lapangan.

Sebaliknya, pemerintah daerah juga membutuhkan perguruan tinggi untuk menghadirkan riset, inovasi, data, dan rekomendasi kebijakan yang objektif.

SPs USU Buka Pintu Kolaborasi Lebih Lebar

Direktur SPs USU Prof. Dr. Ir. Evawany Yunita Aritonang, M.Si., menyampaikan bahwa MoA tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan SPs USU ke Rumah Dinas Bupati Dairi pada 22 Juni 2026.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka potensi kolaborasi lebih luas.

"Kami berharap kerja sama ini mampu membuka berbagai potensi kolaborasi yang lebih luas bagi kedua belah pihak dalam mendukung pembangunan Kabupaten Dairi sekaligus memperkuat peran USU sebagai perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," tuturnya.

Harapan tersebut kini berada di tangan kedua belah pihak.

MoA sudah ditandatangani. Pekerjaan sebenarnya justru baru dimulai.

Jangan Sampai MoA Hanya Jadi Tumpukan Dokumen

Kerja sama pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur, kesehatan dan pengembangan SDM memiliki cakupan luas.

Namun luasnya ruang kerja sama juga membawa tuntutan besar.

Pemkab Dairi harus mampu menentukan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Sementara USU harus mampu memastikan kapasitas akademik dan risetnya diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif.

Jangan sampai kerja sama hanya menghasilkan seminar, kunjungan, foto bersama, dan dokumen kegiatan.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah ASN yang semakin kompeten, pelayanan kesehatan yang semakin baik, kebijakan yang semakin berbasis data, pendidikan yang semakin berkualitas, serta inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Itulah ukuran sesungguhnya keberhasilan MoA tersebut.

Dengan mengusung semangat SDG 3, SDG 4, SDG 8 dan SDG 17, kolaborasi SPs USU dan Pemkab Dairi memiliki peluang besar menjadi model kemitraan perguruan tinggi dan pemerintah daerah yang menghasilkan dampak nyata.

Tetapi satu hal harus ditegaskan:

MoA bukan garis akhir. MoA adalah garis start.

Kini publik menunggu bukti.

Apakah kerja sama tersebut benar-benar mampu melahirkan perubahan bagi Dairi, atau kembali menjadi dokumen kerja sama yang hanya ramai ketika ditandatangani?

Waktu dan hasil di lapangan yang akan menjawabnya.

Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung & Red
Editor: Zulkarnain Idrus

Komentar0

Type above and press Enter to search.