TpO6TfClGSdiGfC8Tpz0TSd7GA==

DPD MOSI Kota Medan Kecam Lambannya Pengungkapan Kasus BBM Subsidi, Kapolres Tapsel Didesak Buktikan Komitmen Penegakan Hukum

BahriNetwork.id | Medan – Dewan Pimpinan Daerah Media Online Siber Indonesia (DPD MOSI) Kota Medan melontarkan kritik keras sekaligus kecaman terhadap lambannya perkembangan penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang diungkap Polres Tapanuli Selatan pada pertengahan Mei 2026 lalu.

Hingga genap satu bulan sejak penangkapan sebuah mobil L300 yang diduga mengangkut sekitar 900 liter solar subsidi di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), publik belum memperoleh informasi mengenai pengungkapan pihak lain yang diduga memiliki peran lebih besar dalam perkara tersebut.

Kondisi itu memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat dan kalangan pemerhati sosial. DPD MOSI Kota Medan menilai, jika benar aparat berkomitmen membongkar dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi hingga ke akar, maka perkembangan penyidikan seharusnya sudah dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.

"Kami mengecam lambannya perkembangan pengungkapan kasus ini. Jangan sampai masyarakat menilai penegakan hukum hanya berhenti pada pelaku lapangan, sementara pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan justru belum tersentuh," tegas perwakilan DPD MOSI Kota Medan.

Sorotan tersebut mengarah kepada Kapolres Tapanuli Selatan yang sebelumnya menyatakan bahwa penyidik masih mendalami perkara dan akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina guna mengembangkan kasus.

Namun, menurut DPD MOSI, pernyataan tersebut hingga kini belum diikuti dengan informasi perkembangan yang dapat menjawab pertanyaan publik.

"Sudah satu bulan berlalu. Masyarakat menunggu hasil, bukan sekadar pernyataan. Jika memang ada perkembangan, sampaikan secara terbuka. Jika ada kendala, jelaskan kepada publik. Transparansi adalah bagian dari tanggung jawab institusi penegak hukum," ujar mereka.

DPD MOSI menilai kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tidak mungkin berdiri sendiri. Menurut mereka, distribusi BBM dalam jumlah besar umumnya melibatkan rangkaian proses yang seharusnya dapat ditelusuri melalui mekanisme penyidikan yang profesional dan komprehensif.

Karena itu, organisasi tersebut mendesak Polres Tapanuli Selatan untuk menunjukkan keseriusan dalam mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk apabila terdapat dugaan keterlibatan pihak lain yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Lebih jauh, DPD MOSI mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sangat bergantung pada keberanian aparat dalam menuntaskan perkara secara terbuka dan akuntabel.

"Jangan biarkan muncul persepsi negatif akibat minimnya informasi perkembangan kasus. Semakin lama tidak ada kejelasan, semakin besar pula ruang spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat," tegasnya.

DPD MOSI Kota Medan juga menegaskan akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut dan meminta Kapolres Tapanuli Selatan membuktikan komitmen yang pernah disampaikan kepada publik melalui langkah-langkah konkret dalam proses penegakan hukum.

Menurut mereka, masyarakat saat ini tidak sedang menunggu seremonial penindakan ataupun publikasi penangkapan semata, melainkan menunggu kepastian bahwa proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tidak berhenti di tengah jalan.

Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi terbaru yang diterima redaksi terkait perkembangan hasil pengembangan kasus maupun tindak lanjut koordinasi yang sebelumnya disebut akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung

Editor: Zulkarnain Idrus 

Komentar0

Type above and press Enter to search.