TpO6TfClGSdiGfC8Tpz0TSd7GA==

Dari Rp500 Ribu ke Rp2,4 Juta per Tahun, BAZNAS Cilegon Ubah Skema Bantuan Pemandu Jenazah





CILEGON, — bahrinetwork.com- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon kembali membuat gebrakan di awal tahun 2026. Sebanyak 302 pemandu jenazah menerima bantuan rutin dengan total anggaran mencapai Rp724 juta lebih per tahun.


Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Drs. H. Fajri Ali, MM, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan bantuan sosial berbasis kebutuhan masyarakat.


“Untuk tahun 2026 ini, kami sudah menyalurkan bantuan kepada sekitar 302 pemandu jenazah. Masing-masing menerima Rp200 ribu per bulan atau sekitar Rp2,4 juta per tahun,” ujar Fajri Ali.


Ia menegaskan, skema bantuan ini mengalami peningkatan signifikan dibanding pola sebelumnya. Jika sebelumnya bantuan hanya sekitar Rp500 ribu per tahun, kini nilainya naik hampir lima kali lipat.

“Dulu itu hanya sekitar Rp500 ribu setahun, bahkan dibagi per semester. Sekarang kita berikan rutin tiap bulan. Ini bentuk perhatian nyata kepada para pemandu jenazah yang jasanya sangat vital di masyarakat,” tambahnya.


Secara total, anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp724 juta lebih dalam setahun. Angka tersebut mencerminkan komitmen BAZNAS dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi profesi yang selama ini kurang tersorot.


Namun, Fajri juga mengungkapkan bahwa ke depan akan ada perubahan mekanisme penyaluran bantuan. Mulai tahun 2027, bantuan untuk pemandu jenazah tidak lagi disalurkan melalui BAZNAS, melainkan langsung melalui pemerintah daerah dengan sistem satu pintu.


“Ke depan, kemungkinan di 2027 bantuan ini akan langsung dikelola pemerintah. Jadi tidak lagi melalui BAZNAS. Semua akan dipusatkan agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran,” jelasnya.


Meski demikian, BAZNAS memastikan tetap akan menghadirkan program-program alternatif untuk masyarakat, seperti program sosial keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Di sisi lain, salah satu penerima bantuan yang telah menjadi pemandu jenazah selama kurang lebih 10 tahun mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.


“Alhamdulillah, sangat membantu. Ini pekerjaan yang sudah lama kami jalani. Dengan adanya bantuan rutin, tentu sangat meringankan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.


Program ini pun menuai apresiasi karena dinilai menyentuh langsung kelompok masyarakat yang selama ini bekerja dalam sunyi, namun memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan.


Dengan skema baru yang tengah disiapkan, publik kini menanti apakah kebijakan satu pintu di 2027 mampu meningkatkan efektivitas bantuan atau justru menimbulkan tantangan baru di lapangan.

Komentar0

Type above and press Enter to search.