TpO6TfClGSdiGfC8Tpz0TSd7GA==

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dorong Lulusan Universitas Faletehan Berintegritas dan Adaptif di Era Global









SERANG,-  bahrinetwork.com- Momentum Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi Universitas Faletehan 2026 berubah menjadi panggung inspirasi penuh semangat ketika Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyampaikan pidato bertajuk “The Agile Generation: Tangguh Beradaptasi, Berani Bereksekusi”.


Di tengah derasnya arus transformasi digital dan revolusi industri 4.0, para wisudawan diajak tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga generasi tangguh yang siap menciptakan perubahan besar di masyarakat.


“Dunia sedang berubah sangat cepat. Teknologi, AI, dan digitalisasi bukan ancaman jika kita mampu beradaptasi dan terus belajar,” tegas Dr. Lukman di hadapan ratusan wisudawan dan keluarga yang memadati Graha Faletehan, Selasa (19/5/2026).


Suasana wisuda pun terasa emosional sekaligus membakar semangat. Tayangan visual bertema masa depan, kecerdasan buatan (AI), hingga tantangan era digital membuat para peserta terpukau. Salah satu pesan yang paling membekas adalah kalimat: “Bukan Digantikan, Tapi Diberdayakan.”


AI Bukan Musuh, Tapi Senjata Masa Depan Dalam paparannya, Dr. Lukman menyoroti bagaimana kecerdasan buatan telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif.


Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh kalah oleh teknologi, melainkan harus mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.



“AI dapat membantu manusia bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih efisien. Tetapi manusia tetap menjadi pusat kreativitas, empati, dan pengambilan keputusan,” ujarnya.


Data pendidikan tinggi nasional yang ditampilkan dalam presentasi menunjukkan besarnya tantangan dunia pendidikan Indonesia saat ini. Tercatat lebih dari 10 juta mahasiswa aktif dan jutaan lulusan baru yang harus bersaing di era kompetitif berbasis teknologi.


Peringatan Keras: Banyak Pekerjaan Akan Hilang Meski menawarkan peluang besar, AI juga disebut membawa ancaman serius. Otomatisasi dinilai dapat menghapus banyak pekerjaan rutin dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau tidak siap berubah, kita akan tertinggal,” kata Dr. Lukman.


Ia juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan AI, mulai dari penyebaran hoaks, manipulasi informasi, hingga ancaman keamanan digital yang semakin kompleks.


Karena itu, lulusan perguruan tinggi diminta memiliki kemampuan adaptif, berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja lintas bidang.
Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pertarungan Pidato tersebut mendapat sambutan meriah dari peserta wisuda. 


Banyak orang tua tampak haru ketika para wisudawan diminta berdiri dan memberikan penghormatan kepada keluarga yang telah berjuang mengantar mereka hingga titik kelulusan.


“Selamat wisuda dan menempuh perjalanan baru,” menjadi pesan penutup yang memenuhi layar utama acara.


Universitas Faletehan melalui momentum wisuda tahun ini ingin menegaskan bahwa lulusan kampus bukan hanya pemegang ijazah, tetapi calon pemimpin masa depan yang siap menghadapi dunia yang berubah cepat.


Di era AI dan revolusi digital, satu hal menjadi jelas:
yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling cepat beradaptasi.

Komentar0

Type above and press Enter to search.