CILEGON, – bahrinetwork.com- Kegiatan manasik haji yang digelar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al- Jauharotunnaqiyyah Daliran di Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, menjadi momen berkesan sekaligus penuh harapan bagi para siswa.
Sebanyak 28 siswa mengikuti kegiatan perdana ini dengan antusias tinggi. Meski baru pertama kali digelar, pelaksanaan manasik haji tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.
Kepala Sekolah MDTA Al-Jauharotunnaqiyyah Daliran, Mahfudah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran fiqih kelas 4 yang selama ini lebih banyak diberikan secara teori.
“Manasik haji ini sebenarnya bagian dari pelajaran fiqih. Materinya sudah diajarkan, tapi praktiknya baru bisa dilaksanakan sekarang,” ujar Mahfudah.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami rangkaian ibadah haji. Menurutnya, pembelajaran praktik sangat penting agar anak-anak tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga merasakan langsung prosesnya.
“Walaupun ini perdana, kami berharap ke depan bisa lebih baik lagi. Dari sisi pelaksanaan hingga fasilitas akan terus kami perbaiki,” katanya.
Mahfudah menambahkan, ke depan kegiatan manasik haji tidak hanya akan diikuti oleh siswa kelas 4, tetapi juga melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 agar suasana lebih meriah dan pembelajaran lebih menyeluruh.
“Insya Allah tahun depan akan kita adakan lagi dengan peserta yang lebih banyak. Semua siswa ingin kita libatkan supaya mereka punya gambaran sejak dini,” ungkapnya.
Tak hanya soal praktik ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter dan spiritual anak. Mahfudah menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini, terutama dalam membentuk akhlak.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya pintar, tapi juga memiliki hati dan akhlak yang baik. Dengan manasik haji, mereka belajar mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut.
Para siswa diminta untuk menceritakan kembali pengalaman yang mereka dapatkan selama manasik sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Besok kami akan evaluasi, anak-anak akan diminta menyampaikan apa yang mereka rasakan dan pelajari. Ini penting agar pemahaman mereka semakin kuat,” tambahnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga termotivasi untuk suatu hari nanti bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Mudah-mudahan dari sini tumbuh niat dan semangat mereka untuk berhaji di masa depan,” pungkas Mahfudah.
Komentar0