Cilegon ,— Wakil Ketua IV Bidang Sumber Daya Manusia BAZNAS, Dr. H. Isomudin, menegaskan komitmen lembaganya dalam menyalurkan dana zakat secara tepat sasaran selama Ramadan tahun ini. Ia menyebut, nilai distribusi santunan meningkat dibanding tahun sebelumnya seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat.
“Untuk setiap kelurahan, kami alokasikan bagi 150 orang, masing-masing menerima Rp150 ribu. Kemudian untuk yatim piatu nilainya Rp300 ribu per orang, dengan kuota 120 orang per kecamatan,” ujar Isomudin.
Menurutnya, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural memiliki kewajiban menghimpun dana zakat dari masyarakat, termasuk dari aparatur sipil negara (ASN), untuk kemudian disalurkan kepada para mustahik dan fakir miskin.
“Tahun ini beban pendistribusian jauh lebih besar. Selain santunan rutin, kami juga harus merespons warga terdampak banjir, termasuk di wilayah Jelekot. Itu semua membutuhkan alokasi anggaran tambahan,” katanya.
Ia mengakui, tantangan distribusi semakin kompleks. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat meningkat, termasuk warga sekitar yang masuk kategori layak menerima bantuan. Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat BAZNAS harus melakukan skala prioritas.
Salah satu program yang terdampak adalah bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Dari total 50 unit yang terdata tahun ini, baru 30 rumah yang dapat direalisasikan perbaikannya karena keterbatasan anggaran.
“Memang berat, tetapi ini adalah tugas kami. Kami tetap berupaya maksimal agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain santunan individu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan untuk masjid di setiap kecamatan serta berbagai program sosial lain, baik yang bersifat resmi maupun responsif terhadap kondisi darurat.
Isomudin turut mengimbau para ASN dan karyawan untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS sebagai lembaga yang diatur undang-undang.
Ia menilai, optimalisasi penghimpunan zakat menjadi kunci agar distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak mustahik.
“Kami mendoakan para muzakki dan mustahik.
Zakat yang ditunaikan semoga membawa keberkahan. Termasuk peran media dan wartawan yang ikut menyebarkan informasi positif kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para penerima santunan agar menggunakan bantuan secara bijak, khususnya untuk kebutuhan pokok selama Ramadan.
“Silakan dibelanjakan untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama kebutuhan sehari-hari. Jangan digunakan untuk hal yang tidak produktif. Ini bulan puasa, kebutuhan pokok menjadi prioritas,” tandasnya.
Dengan meningkatnya distribusi tahun ini, BAZNAS berharap sinergi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat terus diperkuat agar program sosial keagamaan dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas untuk masyarakat kota Cilegon.
Komentar0