
BahriNetwork.com | Medan – Di tengah stigma Kota Medan sebagai ladang empuk narkoba dan kejahatan jalanan, 100 hari kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak mulai menunjukkan arah berbeda. Bukan sekadar rutinitas penangkapan, tetapi operasi yang terukur dan menyasar jaringan.
Apresiasi itu datang dari Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Kota Medan. Ketua KOMBAT Medan, Samsir Pohan, menyebut ada perubahan signifikan dalam pola kerja Polrestabes Medan.
“Dalam 100 hari ini kita melihat langkah yang lebih agresif, respons cepat terhadap keresahan masyarakat, dan penindakan yang tidak lagi setengah hati,” tegas Samsir, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, kepemimpinan Jean Calvijn selaras dengan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang diusung Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Bukan sekadar slogan, tetapi diterjemahkan dalam operasi nyata.
24 Kasus Narkoba Dibongkar, 34 Tersangka Diseret
Dalam 72 hari akhir 2025, 24 kasus narkoba diungkap dengan 34 tersangka. Barang bukti sabu, ganja, dan ekstasi diamankan. Angka ini bukan kecil—dan menjadi pesan keras bagi bandar yang mencoba bermain di Medan.
159 Kasus Disikat dalam 22 Hari
Operasi besar Oktober 2025 mencatat 159 kasus terungkap dan 219 tersangka ditangkap. Dari begal hingga pencurian dan narkoba, jajaran Polrestabes Medan bergerak cepat. Ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini merasa kota kian rawan.
Jaringan Malaysia–Indonesia Digulung
Satuan Reserse Narkoba menggagalkan peredaran lintas negara Malaysia–Indonesia. Delapan kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi disita di Kabupaten Asahan. Pengungkapan ini menjadi pukulan telak bagi sindikat besar yang memanfaatkan Sumatera Utara sebagai jalur distribusi.
14 Begal Tak Berkutik
Dalam 15 hari, 14 pelaku begal diringkus. Aksi brutal di jalanan yang meresahkan warga langsung direspons dengan pemburuan intensif.
Kompolnas Awards 2025
Prestasi juga datang dari jajaran bawah. Polsek Medan Kota meraih penghargaan di ajang Kompolnas Awards 2025 kategori Polsek Gakkum Terbaik Tipe A. Capaian ini ikut mengangkat Polda Sumatera Utara ke lima besar nasional kategori Polda Tipe A.
Namun Samsir mengingatkan, pujian bukan cek kosong.
“Kepercayaan publik harus dijaga dengan konsistensi. Jangan beri ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan. Jika sudah bergerak cepat, jangan pernah melambat,” tandasnya.
Seratus hari memang bukan akhir perjuangan. Tapi bagi banyak pihak, periode ini menjadi sinyal: ketika komando tegas berpadu dengan kerja lapangan yang nyata, Medan tidak lagi dibiarkan menjadi panggung bebas bagi bandar dan begal.(Rudy)
BahriNetwork.com
Editor: Zulkarnain Idrus
Komentar0